Sumber : channelnewsasia.com

Jakarta, 27 Agustus 2026 – Suasana di depan Gedung DPR RI Senayan hari ini benar-benar pecah. Ribuan massa dari berbagai elemen memadati kawasan itu sejak siang. Aksi yang digelar untuk menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor ini berlangsung panas. Dengan suara lantang, koordinator aksi membacakan tuntutan di atas mobil komando. Mari kita bedah fakta-faktanya.

1.000 Mahasiswa GERAM Mulai Aksi 14.00, AMPB Pati Tak Kalah Lantang

Aksi serentak dimulai pada pukul 14.00 WIB. Sebanyak 1.000 mahasiswa yang mengatasnamakan GERAM turun ke jalan dengan tertib. Mereka bergabung dengan elemen mahasiswa dari AMPB Pati yang membawa tuntutan spesifik: segera sahkan RUU Perampasan Aset dan berikan hukuman mati untuk koruptor. Ketua koordinator aksi menegaskan, 'Kami nggak mau kompromi, koruptor itu perampas masa depan rakyat.' Di tengah orasi, terlihat spanduk raksasa bertuliskan 'DPR, Jangan Cuma Janji!' DPR pun merespons lewat pernyataan resmi bahwa RUU Perampasan Aset dijadwalkan disahkan pada 15 Desember 2026.

18.504 Personel & 6 Zona Pengamanan, 8 Ruas Jalan Macet Total

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, aparat gabungan menerjunkan 18.504 personel yang disiagakan di enam zona pengamanan. Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, ada 62 aksi yang tersebar di Jakarta hari ini. Alhasil, delapan ruas jalan utama di ibu kota mengalami kemacetan panjang. Mulai dari Jl. Sudirman, Thamrin, sampai Gerbang Pemuda. Netizen langsung ramai bersuara. 'Demi keadilan, macet nggak masalah. Yang penting DPR dengar!' cuit @kritikpedas. Ada juga yang mengingatkan, 'Jangan sampai aksi ini berakhir ricuh, semua harus tertib.' Sampai berita ini ditulis, aksi masih berlangsung dengan relatif damai.