Sumber : bangka.tribunnews.com

Jakarta, 27 Agustus 2026 – Rabu pagi itu ayam berkokok lebih keras dari biasanya, dan bukan karena sambut fajar, tapi karena ribuan manusia kompak memadati kawasan Senayan. Gedung DPR RI yang megah itu tiba-tiba jadi saksi 62 aksi unjuk rasa serentak. Teriakan 'Merebut Kembali Indonesia' lantang menggema, spanduk guratan karya anak bangsa—eh, koran bekas—berkibar, dan suasana mendadak panas tapi tetap adem karena ada bagi-bagi susu gratis. Ya, demo kali ini bukan sekadar demo biasa.

AMPB Pati dan GERAM: Harus Tuntaskan, Jangan Cuma Wacana!

Di tengah riuh massa, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB Pati) tampil paling vokal. Mereka terang-terangan mendesak DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menuntut hukuman mati bagi para koruptor. 'Koruptor itu pencuri pakai jas, bukan anak nakal yang perlu pembinaan,' kata seorang orator dengan toa seadanya. Sementara itu, mahasiswa GERAM (Gabungan Rakyat Mahasiswa) membawa 10 tuntutan yang lebih detail dari draft skripsi. Mulai dari desakan evaluasi kinerja DPR, tolak kenaikan harga pokok, hingga isu mafia hukum. Semua dirangkum dalam tagar #MerebutKembaliIndonesia yang langsung nangkring di trending topic.

RMP4 Madura Bagi Susu di Tengah Aksi: Kompak dan Penuh Warna

Nggak mau kalah rame, Relawan Makan Bergizi untuk Perempuan 4 (RMP4) Madura justru hadir sebagai penyemangat dengan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka mendirikan posko di pinggir aksi, membagikan susu kotak kepada para pengunjuk rasa yang haus—eh, kehausan teriak. Pemandangan ini bikin suasana demo terasa seperti bazaar rakyat. Sementara dari sisi pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan 4.274 personel yang berjaga di berbagai titik. Mereka siaga rendah hati: ramah pada demonstran, tapi tegas jika ada yang coba bikin onar. Hingga berita ini ditulis, aksi berjalan damai, namun tuntutan tetap menggebu. Siapa bilang demo harus selalu bikin merinding? Di sini kita belajar bahwa perjuangan bisa sambil menyeruput susu.