Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi seorang penumpang KRL Commuter Line rute Manggarai-Bogor yang terekam video sedang menghirup kamper dan marah-marah kepada penumpang lain. Video berdurasi 45 detik itu viral di media sosial X (Twitter) dan TikTok sejak Selasa (18/3/2025), memicu gelombang komentar dari warganet. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) bergerak cepat dengan mem-blacklist penumpang tersebut dari seluruh layanan Commuter Line.
Kronologi Kejadian: Awal Mula Keributan di KRL
Berdasarkan rekaman video yang diunggah akun @fakta_krl, insiden bermula saat KRL jurusan Bogor memasuki Stasiun Manggarai. Seorang wanita paruh baya terlihat duduk di kursi prioritas sambil menghirup sesuatu dari plastik kecil. Penumpang di sebelahnya menegur karena aroma menyengat. Bukannya mereda, wanita itu justru berdiri dan membentak penumpang lain dengan nada tinggi. "Ini obat! Saya sesak napas!" ujarnya dalam video. Petugas keamanan KRL yang mencoba menenangkan situasi juga terkena semprot. Keributan berlangsung sekitar 10 menit hingga petugas membawa wanita tersebut ke pos keamanan Stasiun Manggarai.
Respons KCI: Blacklist dan Imbauan Ketertiban
Manager Humas KCI, Rudi Hartono, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi penumpang tersebut. "Yang bersangkutan kami blacklist dari seluruh layanan Commuter Line. Kami juga mengimbau penumpang untuk saling menghormati dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan," ujar Rudi, Rabu (19/3/2025). KCI menegaskan bahwa tindakan menghirup kamper di dalam kereta tidak dibenarkan karena dapat memicu reaksi alergi dan mengganggu penumpang lain. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 17 Tahun 2022 tentang larangan merokok, makan, minum, dan aktivitas mengganggu di dalam KRL.
Reaksi Netizen: Antara Empati dan Kecaman
Warganet terbelah. Sebagian mengecam aksi wanita tersebut karena dianggap tidak sopan dan mengganggu. "Kalau sesak napas, minum obat yang benar, bukan kamper. Itu kan bahaya," tulis @dian_oktav. Namun, ada pula yang mencoba memahami kondisi wanita itu. "Mungkin dia panik dan tidak tahu cara mengatasi sesak. Tapi tetap saja marah-marah itu salah," komentar @yoga_pratama. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali dan dibagikan 15 ribu kali. Beberapa netizen juga mengaitkan kejadian ini dengan pentingnya edukasi kesehatan dan etika di transportasi publik.
Efek Jera dan Pentingnya Kesadaran Bersama
Kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pengguna KRL. KCI menegaskan akan memperketat pengawasan di stasiun dan kereta, terutama pada jam sibuk. Sanksi blacklist menjadi langkah tegas agar penumpang lain tidak menjadi korban. Selain itu, petugas akan dibekali pelatihan untuk menangani situasi darurat medis tanpa harus memicu konflik. Warganet berharap kejadian serupa tidak terulang. "Semoga ada efek jera. KRL itu fasilitas umum, bukan tempat pribadi," pungkas @bogor_hits.