Warganet, kembali lagi kita disuguhkan aksi-aksi yang bikin geleng-geleng kepala. Kali ini, nama besar Prabowo Subianto lagi-lagi dicatut untuk mendukung berbagai narasi hoaks yang beredar liar di linimasa. Mulai dari isu pajak PPH 21 dipotong 35%, promo motor murah, sampai foto penurunan presiden yang katanya bakal terjadi. Duh, kreatif juga ya mereka?
PPH 21 35%: Narasi Pajak yang Bikin Panik
Belakangan ini beredar narasi yang menyebutkan bahwa pemerintah akan memotong gaji karyawan hingga 35% untuk PPH 21. Kabar ini jelas mengada-ada. Faktanya, aturan tarif PPH 21 masih mengacu pada Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang berlaku, dengan tarif progresif tertinggi 35% hanya untuk penghasilan di atas Rp5 miliar per tahun. Bukan untuk semua pekerja. Video yang beredar pun kerap menampilkan potongan wawancara pejabat yang diedit sedemikian rupa.
Promo Motor Murah: Gimmick Penipuan yang Menggiurkan
Nggak cuma soal pajak, ada juga hoaks yang mencatut nama Prabowo untuk menawarkan promo motor listrik murah. Modusnya, warganet diminta transfer sejumlah uang sebagai uang muka atau biaya administrasi dengan iming-iming motor murah. Padahal, itu semua adalah modus penipuan yang sudah sering terjadi. Pihak terkait sudah mengingatkan agar masyarakat waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal.
Foto Penurunan Presiden: Isu yang Mengguncang Hati
Yang paling bikin emosi adalah beredarnya foto-foto yang seolah menunjukkan momen penurunan presiden dari jabatannya. Foto-foto tersebut ternyata hasil rekayasa atau diambil dari konteks yang salah. Narasi seperti ini jelas berbahaya karena bisa memicu keresahan dan perpecahan. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan cek fakta.
Reaksi Netizen dan Upaya Klarifikasi
Netizen pun ramai-ramai mengomentari hoaks ini. Banyak yang menyayangkan mengapa isu-isu begini masih saja beredar. Sejumlah pihak, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah melakukan klarifikasi dan mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ingat, Bapak Presiden dan jajaran pemerintah tidak pernah mengeluarkan kebijakan seperti yang disebutkan dalam hoaks tersebut.
Jadi, sobat, mari kita bijak bermedsos. Jangan langsung percaya dengan informasi yang beredar, apalagi yang terkesan sensasional. Selalu cek di sumber resmi atau laman fact-checking. Stay safe dan tetap waras!