Halo Sobat Lambe! Kalian pasti udah pada lihat kan video viral yang lagi rame banget di linimasa? Sebuah helikopter water bombing tiba-tiba nyedot air dari kolam milik warga di Kalimantan Selatan buat bantu padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Momen ini sontak bikin netizen heboh, tapi bukan cuma karena aksinya yang dramatis, melainkan karena pemilik kolam tersebut dengan tegas minta ganti rugi. Waduh, ada-ada aja nih!

Kronologi Kejadian: Helikopter Mendarat di Kolam Warga

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini berlangsung di daerah Kalsel yang memang sedang dilanda karhutla cukup parah. Sebuah helikopter jenis water bombing terlihat terbang rendah lalu menghisap air dari kolam milik warga. Kolam itu biasanya dipakai buat budidaya ikan atau sekadar cadangan air bersih. Aksi ini tentu bikin pemilik kolam kaget sekaligus kesal karena airnya berkurang drastis tanpa permisi.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip memperlihatkan helikopter tersebut dengan leluasa mengambil air. Pemilik kolam yang merupakan warga setempat langsung protes dan meminta ganti rugi atas air yang diambil. Menurutnya, air kolam itu punya nilai ekonomis dan nggak bisa asal diambil begitu saja, meskipun tujuannya mulia untuk memadamkan api.

Reaksi Netizen: Pro dan Kontra Bermunculan

Video ini langsung memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Banyak netizen yang memaklumi aksi helikopter tersebut karena keadaan darurat karhutla yang mengancam pemukiman. Mereka berargumen bahwa air kolam warga bisa menyelamatkan banyak nyawa dan harta benda. Namun, nggak sedikit juga yang mendukung tuntutan pemilik kolam, karena air adalah aset berharga yang harus dihargai, apalagi jika diambil tanpa izin.

Beberapa komentar kocak pun bermunculan, seperti "Kolamnya jadi langganan heli nih, bayar parkir dong!" atau "Darurat sih, tapi tetep harus ada SOP yang jelas." Ada juga yang menyarankan agar pemerintah atau instansi terkait segera memberikan kompensasi agar nggak ada konflik berkepanjangan.

Pihak Berwenang Angkat Bicara

Menanggapi viralnya kejadian ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memberikan klarifikasi. Mereka mengakui bahwa pengambilan air dari kolam warga merupakan bagian dari operasi pemadaman darurat. Namun, mereka juga menegaskan bahwa akan ada upaya untuk berkoordinasi dengan pemilik kolam terkait ganti rugi. Hal ini diharapkan bisa menjadi solusi yang adil bagi semua pihak.

Sampai berita ini ditulis, belum ada kesepakatan resmi antara pemilik kolam dan pihak berwenang. Namun, kejadian ini jadi pelajaran penting bahwa komunikasi dan prosedur yang jelas sangat diperlukan dalam situasi darurat sekalipun.