Gunung Anak Krakatau lagi-lagi bikin heboh. Erupsi besar terjadi pada [tanggal erupsi], memuntahkan abu vulkanik setinggi ribuan meter. Yang bikin panik, abunya terbawa angin sampai ke langit Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya, lima bandara di Pulau Jawa dan Sumatera terpaksa ditutup sementara, dan ratusan penerbangan ikut terdampak. Warganet langsung ramai, dari yang mengabadikan momen sampai yang mengeluhkan perjalanan tertunda.

Kronologi Erupsi dan Sebaran Abu

Berdasarkan laporan PVMBG, erupsi terjadi pada pukul [waktu]. Kolom abu teramati mencapai [ketinggian] di atas puncak. Abu vulkanik kemudian menyebar ke arah barat laut, melewati Selat Sunda dan mencapai wilayah Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat. Hujan abu tipis pun dilaporkan terjadi di beberapa titik, seperti Tangerang Selatan dan Depok. Warga diimbau memakai masker dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan jika tidak perlu.

Dampak pada Penerbangan dan Bandara

Lima bandara yang sempat ditutup adalah Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Kertajati (Majalengka), dan Radin Inten II (Lampung). Penutupan dilakukan karena abu vulkanik membahayakan mesin pesawat. Akibatnya, ratusan penerbangan domestik dan internasional dibatalkan atau dialihkan. Penumpang terdampar di bandara, dan maskapai membagikan makanan serta minuman sambil menunggu kabar selanjutnya.

Reaksi Netizen dan Imbauan Otoritas

Media sosial langsung ramai. Banyak netizen mengunggah video langit Jakarta yang tampak gelap karena abu, sambil bercanda 'ini hujan abu atau mau kiamat?' Namun, sebagian lain mengeluhkan penerbangan mereka ditunda dan harus mengantre lama di bandara. Otoritas bandara dan PVMBG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan terus memantau informasi resmi. Status Gunung Anak Krakatau masih berada di level [status], dan aktivitas vulkanik masih fluktuatif.