Halo warganet, lagi rame nih di linimasa soal nasib DJ Katty Butterfly yang mengaku diperas pihak kelab malam di Bandung. Ceritanya, dia dipaksa tampil padahal lagi sakit, eh malah dituntut ganti rugi sampai Rp 146,5 juta. Padahal nilai kontrak aslinya cuma Rp 45 juta. Kocak sekaligus miris, ya?

Kronologi: Sakit Tetap Dipaksa Tampil, Berujung Tuntutan

Menurut pengakuan DJ Katty, awalnya dia dikontrak untuk manggung di sebuah kelab malam di Bandung dengan nilai Rp 45 juta. Namun, saat hari-H, kondisinya lagi nggak fit. Dia sakit dan minta izin untuk tidak tampil atau mungkin dijadwal ulang. Tapi pihak kelab malah maksa dia tetap tampil. Katty pun nekat manggung dalam keadaan sakit.

Nah, setelah acara selesai, bukannya dibayar, dia malah dituduh wanprestasi atau ingkar janji. Pihak kelab menuntut ganti rugi sebesar Rp 146,5 juta. Angka yang fantastis, jauh di atas nilai kontrak aslinya. Katty merasa ini bentuk pemerasan, karena dia sudah berusaha memenuhi kewajiban, tapi tetap disalahkan.

Reaksi Netizen: Ramai-ramai Dukung DJ Katty

Begitu kabar ini viral, netizen langsung ramai. Banyak yang menyayangkan sikap kelab malam tersebut. Tagar seperti #JusticeForKatty dan #DJKattyButterfly sempat trending di Twitter. Warganet menilai tuntutan itu tidak masuk akal dan terkesan cari untung dari kondisi sakit seseorang.

Komentar netizen pun beragam, dari yang menawarkan bantuan hukum hingga yang sekadar meluapkan kekesalan. Ada yang bilang, "Ini mah bukan ganti rugi, tapi pemerasan berkedok hukum." Ada juga yang menyindir, "Cari cuan di atas penderitaan orang."

Upaya Hukum yang Ditempuh DJ Katty

DJ Katty pun tidak tinggal diam. Ia telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib dan menggandeng kuasa hukum. Ia juga membeberkan bukti-bukti kontrak dan komunikasi dengan pihak kelab. Katty berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi para pekerja seni agar lebih berhati-hati dalam membuat kontrak kerja.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kelab malam belum memberikan tanggapan resmi. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Yang jelas, kasus ini jadi sorotan dan pengingat bahwa perlindungan hukum bagi para DJ dan artis masih lemah di negeri ini.