Warga net lagi dihebohkan dengan beredarnya surat pencairan bansos 2026 yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, lengkap dengan tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa. Surat itu disebar lewat Facebook Messenger, mengiming-imingi bantuan sosial (bansos) dengan syarat transfer biaya administrasi. Eits, tunggu dulu—jangan langsung percaya! Ini jelas hoaks dan modus phishing.
Kronologi Penyebaran dan Isi Surat Hoaks
Surat palsu itu muncul di grup Facebook dan chat pribadi. Isinya mengaku dari Kemenkeu, menyebutkan nama Purbaya Yudhi Sadewa (yang sebenarnya adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu), dan meminta penerima mentransfer sejumlah uang sebagai biaya pencairan. Padahal, bansos dari pemerintah tidak pernah memungut biaya administrasi. Modus ini klasik: phishing untuk mencuri data pribadi atau uang korban.
Klarifikasi Resmi Kemenkeu dan Purbaya
Kemenkeu melalui akun resmi dan Purbaya sendiri angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa surat tersebut palsu dan tidak pernah ada program bansos dengan mekanisme seperti itu. Masyarakat diminta waspada dan tidak menanggapi pesan mencurigakan. Purbaya bahkan mengingatkan agar jangan mudah tergiur tawaran manis di medsos, apalagi yang meminta data pribadi atau transfer uang.
Reaksi Netizen dan Imbauan Anti-Phishing
Netizen langsung ramai mengomentari. Banyak yang sudah curiga sejak awal karena format surat asal-asalan dan ejaan yang salah. Ada juga yang mengaku pernah hampir tertipu. Warganet saling mengingatkan untuk cek fakta ke situs resmi Kemenkeu atau menghubungi call center. Pola phishing seperti ini memang marak di Facebook Messenger, jadi jangan klik link sembarangan dan jangan bagikan OTP.
Kesimpulannya, surat pencairan bansos 2026 atas nama Kemenkeu dan Purbaya adalah hoaks. Jangan percaya, jangan transfer, dan segera blokir pengirimnya. Selalu verifikasi informasi lewat kanal resmi.