Halo sobat netizen! Lagi rame nih di linimasa soal foto Presiden Jokowi yang katanya lagi meninjau lokasi kebakaran hutan pada September 2026. Waduh, kok bisa? Padahal kita tahu, September 2026 masih jauh di depan mata. Eh, ternyata setelah ditelusuri, foto itu bukan baru, melainkan jepretan lama tahun 2019. Yuk kita bedah bareng-bareng!

Awal Mula Viral

Foto yang memperlihatkan Jokowi mengenakan jaket dan topi khas, berdiri di tengah lahan yang tampak gosong, tiba-tiba menyebar luas di berbagai platform media sosial. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa Jokowi kembali turun langsung memantau titik api di Kalimantan pada September 2026. Netizen pun ramai-ramai membagikan, sebagian ada yang memuji respons cepat pemerintah, tapi tak sedikit yang mempertanyakan kronologisnya.

Fakta di Balik Foto

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut oleh tim cek fakta, foto tersebut ternyata diambil pada tahun 2019. Saat itu, Jokowi memang sedang meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Foto yang sama persis pernah dimuat di berbagai media arus utama pada September 2019. Jadi, konteks waktu yang ditambahkan dalam narasi viral adalah keliru.

Reaksi Netizen

Tak pelak, kehebohan ini memancing beragam reaksi. Ada netizen yang menyindir, "Keburu fotonya dikasih tanggal 2026, padahal tahun ini aja masih 2024. Haha." Ada juga yang mengingatkan pentingnya literasi digital, "Jangan langsung percaya, cek dulu sumbernya." Tak sedikit pula yang menyayangkan masih banyaknya penyebaran hoaks berbau politik di tengah tahun politik ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun angkat bicara. Mereka menegaskan bahwa foto tersebut adalah hoaks dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. Pihak Istana juga telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada agenda kunjungan Jokowi ke lokasi karhutla pada September 2026 karena memang belum ada kejadian kebakaran besar di tahun tersebut.

Pelajaran Penting

Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang bersifat visual. Foto editan atau foto lama yang diberi konteks baru bisa dengan mudah menjadi bahan hoaks. Sebelum membagikan, ada baiknya kita cek dulu kebenarannya melalui sumber terpercaya atau fitur cek fakta yang disediakan berbagai platform.

Jadi, sobat netizen, jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi palsu ya. Tetap jaga etika bermedia sosial dan utamakan verifikasi. Sampai jumpa di ulasan berikutnya!