Jakarta — Dunia maya kembali diramaikan dengan aksi heroik Al Ghazali yang pasang badan untuk sang kekasih, Alyssa Daguise. Bukan tanpa sebab, Alyssa yang baru saja melahirkan anak pertama mereka justru menjadi sasaran body shaming dari segelintir netizen yang kurang kerjaan. Al pun buka suara dengan tegas, menyentil para haters yang dinilainya iri dan tidak punya empati.
Kronologi Body Shaming yang Memicu Amarah Al Ghazali
Semua berawal ketika Alyssa mengunggah momen kebersamaannya dengan Al dan bayi mereka di media sosial. Alih-alih mendapat ucapan selamat, postingan tersebut malah dibanjiri komentar-komentar negatif yang menyinggung bentuk tubuh Alyssa pasca melahirkan. Beberapa netizen dengan seenaknya menyebut Alyssa 'gembul' atau 'nggak kayak artis lagi'. Hal ini tentu saja memicu kemarahan Al Ghazali yang merasa tidak terima kekasihnya diperlakukan tidak adil.
Pembelaan Al Ghazali: Sentilan untuk Netizen Iri
Melalui unggahan di Instagram Story-nya, Al Ghazali tidak tinggal diam. Dengan nada tegas namun tetap santun, ia menyampaikan bahwa body shaming adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan, apalagi terhadap seorang ibu yang baru saja melahirkan. Al juga menyindir netizen yang berkomentar pedas tersebut dengan mengatakan bahwa mereka mungkin hanya iri melihat kebahagiaannya bersama Alyssa. 'Buat yang suka ngomentarin badan orang, mending introspeksi diri. Gue bangga sama Alyssa, dia udah berjuang banget melahirkan anak gue. Kalau kalian nggak bisa ngomong baik, mending diem,' tulis Al dalam unggahannya yang kini viral.
Dukungan Mengalir Deras untuk Al Ghazali dan Alyssa
Aksi pembelaan Al Ghazali ini pun menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang mendukung dan mengapresiasi sikap tegas Al yang dinilai sebagai pasangan idaman. Tagar #AlGhazali dan #AlyssaDaguise pun sempat trending di Twitter. Warganet yang sehat tentu saja merasa geregetan dengan oknum-oknum yang suka mengomentari fisik orang lain tanpa memikirkan perasaan. Mereka berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih bijak dalam bermedia sosial.
Kesimpulan: Body Shaming Adalah Tindakan yang Tidak Bisa Ditoleransi
Kasus ini kembali mengingatkan kita bahwa body shaming adalah bentuk perundungan yang bisa meninggalkan luka batin yang dalam. Apalagi bagi seorang ibu yang baru melahirkan, kondisi tubuhnya pasti banyak berubah dan ia membutuhkan dukungan, bukan hujatan. Sikap Al Ghazali yang membela Alyssa patut dicontoh sebagai bentuk kasih sayang dan perlindungan terhadap pasangan. Semoga ke depannya netizen Indonesia semakin dewasa dalam berkomentar dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal negatif.