Halo sobat pembaca, kabar duka dan mencekam datang dari Selat Sunda. Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan aktivitasnya. Peristiwa ini langsung menggerakkan tim SAR gabungan untuk menyisir perairan Carita-Pandeglang, Banten. Kejadian ini sontak menjadi perbincangan hangat di linimasa, banyak yang mendoakan keselamatan para jurnalis tersebut.
Kronologi Hilangnya Para Jurnalis
Menurut informasi yang dihimpun, kelima jurnalis tersebut berangkat menggunakan perahu motor dari dermaga Carita menuju area sekitar Gunung Anak Krakatau pada pagi hari. Mereka berniat mengambil gambar dan data terbaru mengenai aktivitas erupsi yang memang meningkat beberapa hari terakhir. Namun, hingga sore hari, kontak dengan mereka hilang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polair, dan relawan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di perairan sekitar. Pencarian difokuskan di jalur yang biasa dilalui menuju lokasi erupsi.
Respons Cepat Tim SAR dan Upaya Pencarian
Kepala Kantor Basarnas Banten mengonfirmasi bahwa tim telah menyisir perairan Carita hingga sekitar 12 mil laut. Selain itu, pencarian juga dilakukan di sejumlah pulau kecil di sekitar Selat Sunda. Cuaca yang kurang bersahabat dengan gelombang tinggi menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Namun, tim SAR tetap berupaya maksimal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan para jurnalis. Pihak keluarga dan rekan-rekan sesama jurnalis berharap mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Reaksi Netizen dan Doa untuk Keselamatan
Kabar ini langsung viral di media sosial. Tagar seperti #PrayForJurnalis dan #CariJurnalisHilang ramai menghiasi linimasa Twitter dan Instagram. Banyak netizen yang menyampaikan duka dan doa. Beberapa juga mengkritik kurangnya pengawasan keselamatan bagi jurnalis yang bertugas di area bencana. Ada yang menulis, "Semoga selamat, semoga cepat ditemukan. Jurnalis adalah pahlawan informasi." Lainnya berkomentar, "Ini pengingat bahwa keselamatan jurnalis harus jadi prioritas utama."